Jepang dan Korea Selatan Tertarik Bangun Pengolahan Ikan Tuna di Kulon Progo

Jepang dan Korea Selatan tertarik menanamkan investasi pada pembangunan pabrik pengolahan ikan tuna di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, karena memiliki potensi besar. 

"Kedua negara tersebut sudah mengirimkan tim untuk menganalisis kemungkinan berinvestasi di pabrik pengolahan ikan tuna," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Titik Sugiarto di Yogyakarta, Jumat (8/10). 

Menurut dia, investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik pengolahan ikan tuna di Kulon Progo mencapai Rp1 triliun. Investasi itu nanti tergantung dari hasil studi yang dilakukan tim dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel). "Kami merespons positif rencana investasi oleh kedua negara tersebut karena bisa berkontribusi bagi pendapatan daerah dan menyerap tenaga kerja. Dengan demikian, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. 

Ia mengatakan, di sepanjang pantai selatan Jawa, terutama di wilayah Kulon Progo terdapat ikan tuna terbaik di dunia, yakni blue fin, dan jumlahnya sangat besar. Namun, potensi itu belum dimanfaatkan secara optimal. "Rata-rata populasi ikan tuna mencapai 2.000 ton, tetapi belum dieksplorasi secara maksimal. Hal itu disebabkan masih adanya beberapa kendala yang dihadapi nelayan setempat," katanya. 

Menurut dia, beberapa kendala itu di antaranya minimnya peralatan dan kemampuan nelayan Kulon Progo membuat penangkapan ikan tuna, padahal, ketersediaannya sangat besar. "Salah satu upaya untuk mengoptimalkannya potensi itu adalah dengan menyiapkan pabrik pengolahan ikan tuna dan pelabuhan internasional. Dengan demikian, potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.


Artikel Terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar